Literature Review Jurnal
PERKEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE
1).Pendahuluan
Pengenalan Topik:
AI(Artificial Intelligence) merujuk pada simulasi kecerdasan manusia oleh mesin, terutama sistem komputer. Ini melibatkan pemrograman komputer untuk memproses informasi, membuat keputusan, dan belajar dari pengalaman. AI dapat digunakan untuk mengenali pola, menganalisis data, dan melakukan tugas-tugas yang rumit dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi.
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi salah satu bidang teknologi yang paling cepat berkembang dan memiliki dampak signifikan di berbagai sektor. AI merujuk pada kemampuan mesin untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengenalan suara, penglihatan komputer, pengambilan keputusan, dan pemrosesan bahasa alami. Teknologi AI menggunakan algoritma dan model matematika untuk mengolah data, belajar dari data tersebut, dan membuat keputusan atau prediksi berdasarkan pembelajaran tersebut.
Tujuan Review:
Tujuan dari literatur review ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang perkembangan terbaru dalam teknologi AI, mengidentifikasi tren utama, dan mengeksplorasi kesenjangan penelitian yang ada di bidang ini.
2).Metodologi
Kriteria Pemilihan Jurnal:
Jurnal yang dipilih untuk review ini harus memenuhi beberapa kriteria: Relevan dengan topik AI, membahas dengan metode, tujuan yang jelas dan menyajikan hasil pembahasannya.
Proses Pengumpulan Data:
Proses pencarian jurnal dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci seperti "perkembangan teknologi AI", "tren AI terbaru", dan "penelitian AI". Hasil pencarian disaring berdasarkan relevansi dan kualitas jurnal.
3).Ringkasan Jurnal
Jurnal 1 - Jurnal 20:
1."Studi Kasus Pengembangan dan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Sebagai Penunjang Kegiatan Masyarakat Indonesia" oleh Tri Wahyudi
• Tujuan :
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran serta dampak kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai sektor, termasuk bisnis, perusahaan, dan pemerintahan. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kompleks di berbagai bidang tersebut, serta menggambarkan kolaborasi antara manusia dan AI dalam pengambilan keputusan. Selain itu, jurnal ini juga berfokus pada sejarah penelitian kecerdasan buatan di Indonesia dan aplikasinya dalam berbagai proyek dan layanan publik. Jurnal ini menyoroti pentingnya kecerdasan buatan dalam meningkatkan efisiensi, mengatasi ketidakpastian, dan memfasilitasi berbagai tugas di sektor pemerintahan dan bisnis.
• Metode:
Metodologi dalam penelitian ini adalah observasional. Selain itu, metodologi studi observasional digunakan. Penelitian kualitatif deskriptif berkonsentrasi pada identifikasi fitur atau karakteristik dari kejadian tertentu yang diperiksa selama proses pengumpulan data. Akibatnya, kelompok fokus dan percakapan terstruktur dan terbuka dengan informan dapat digunakan untuk pengumpulan data (FGD). Penelitian ini menggunakan pencarian literatur metodis pada database jurnal yang berkonsentrasi pada ilmu sosial dan teknologi, termasuk EBSCO, IEEE, Science Direct, ProQuest, dan SCImago untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Fungsi pencarian jaringan web (penjelajahan web) difokuskan pada judul dan istilah dengan struktur seperti ("AI dalam bidang pendidikan" atau "pertanian" atau "AI dalam keesehatan" atau "kecerdasan buatan" atau "jaringan syaraf tiruan" atau "analisis sentimen" atau "data besar"). Untuk menghindari duplikasi topik, 24 jurnal ditemukan dalam koleksi jurnal tersebut dan diseleksi kembali. Jurnal dievaluasi ulang berdasarkan tanggal penerbitan, negara atau wilayah tempat objek penelitian dilakukan, dan strategi desain data berdasarkan penerapan kecerdasan buatan eksperimental.
• Hasil :
-Implementasi AI dalam Bidang Pendidikan
• Kesimpulan:
Subbidang ilmu komputer yang disebut Artificial Intelligence difokuskan untuk menciptakan kecerdasan buatan yang memiliki pola pikir dan perilaku seperti manusia. AI dapat digunakan dalam pendidikan untuk memengaruhi moral dan karakter siswa, meningkatkan ketajaman mental mereka, dan memberi mereka wawasan baru. AI juga dapat digunakan dalam beberapa bidang seperti Kesehatan, ekonomi dan bidang pertanian (smart garden).
2."Ancaman Dan Peluang Artificial Intelligence (AI)" Oleh Siti Masrichah
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Menganalisis dampak AI dalam berbagai sektor kehidupan.
2. Mengidentifikasi ancaman dan peluang penggunaan AI.
3. Menyoroti kekhawatiran etis terkait AI dan mengusulkan regulasi.
4. Menunjukkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas hidup.
5. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang AI dan perlindungan privasi.
6. Mendorong dialog dan kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan.
• Metode:
Metode studi literatur adalah pendekatan penelitian yang melibatkan analisis dan sintesis informasi dari sumber-sumber literatur yang relevan. Tahapan utamanya meliputi:
Pengumpulan Data: Peneliti melakukan pencarian dan seleksi sumber-sumber literatur dengan menggunakan kata kunci yang sesuai dengan topik penelitian. Mereka menyaring sumber-sumber yang paling relevan dengan membaca abstrak, cuplikan, atau ringkasan artikel atau buku yang ditemukan. Setelah itu, mereka membaca dan mengumpulkan informasi yang relevan dari sumber-sumber literatur tersebut.
Analisis Data: Tahap ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang topik penelitian. Peneliti mengidentifikasi pola, tema, atau konsep yang muncul secara konsisten dalam literatur yang dikumpulkan. Mereka membuat kategori atau sub-topik yang sesuai dengan temuan yang ditemukan dan mengelompokkan informasi berdasarkan kategori tersebut. Selain itu, peneliti juga menggabungkan dan mensintesis informasi dari berbagai sumber literatur yang relevan, serta melakukan evaluasi kritis terhadap keandalan, validitas, dan relevansi sumber literatur yang digunakan.
Penyajian Data: Langkah terakhir adalah menyusun dan menyajikan informasi yang ditemukan dalam bentuk yang jelas dan terstruktur. Peneliti mengorganisir informasi berdasarkan kategori atau sub-topik yang telah ditentukan, menggunakan tabel, grafik, atau diagram untuk menggambarkan hubungan dan temuan yang relevan. Mereka juga menyajikan ringkasan singkat dari informasi yang ditemukan dalam literatur, serta mengutip sumber-sumber literatur yang digunakan dalam penelitian.
• Hasil :
Hasil dari penelitian yang dikemukakan menyoroti berbagai ancaman dan peluang yang terkait dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI). Berikut adalah hasil penelitian yang disampaikan:
• Kesimpulan:
3."Perkembangan Artificial Intelligence dan Tantangan Generasi Muda di Era Super Digitalized" oleh Melinda Malau, Irene Felicia Sihite , Isti Hana Sumanti , Rut Monica Desrianty , & Yosya Sri Rotua Hutahaean
• Tujuan :
tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada generasi muda tentang peran dan pentingnya kecerdasan buatan (AI) dalam konteks bisnis, perusahaan, dan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan pedoman bagi generasi muda dalam memahami konsep dan aplikasi AI, serta memberikan bahan referensi yang dapat digunakan sebagai dasar pemikiran dan pemahaman yang mendalam mengenai teknologi AI.
• Metode:
Metode yang digunakan dalam penyusunan Jurnal tersebut adalah metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena atau kejadian tanpa melakukan manipulasi atau pengaruh terhadap variabel yang diteliti. Dalam konteks artikel tersebut, metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan proses penyelenggaraan seminar mengenai Pengabdian Pada Masyarakat, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi pasca kegiatan.
• Hasil :
Pengabdian pada Masyarakat (PpM) untuk generasi muda HKBP di Jabodetabek menyoroti pentingnya pemahaman tentang artificial intelligence (AI) dalam mengikuti, menyesuaikan, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Manfaat AI mencakup peningkatan efisiensi aktivitas, pengambilan keputusan yang lebih akurat, analisis data yang lebih baik, personalisasi pengalaman individu, dan lainnya. Pengembangan AI dalam era super digitalisasi menawarkan solusi untuk berbagai masalah dan tantangan, termasuk dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, kualitas hidup, dan pengalaman pelanggan.
Trend AI meliputi autonomous systems, machine learning, deep learning, pattern recognition, natural language processing, chatbots, virtual companions, real-time universal solutions, thought-controlled gaming, next-gen cloud robotics, autonomous surgical robotics, robotic personal assistants, cognitive cybersecurity, dan neuromorphic computing. Peranan AI mencakup bidang keuangan dan perbankan, pengelolaan energi, pembuatan musik dan seni, serta robotika, di mana AI digunakan untuk analisis risiko, manajemen portofolio, pengelolaan energi, pembuatan karya seni dan musik, dan pengembangan robot yang dapat melakukan tugas fisik yang kompleks.
• Kesimpulan:
Kegiatan sosialisasi mengenai Artificial Intelligence (AI) telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan lancar. Melalui acara tersebut, peserta dapat lebih memahami bahwa AI merupakan bidang ilmu komputer yang bertujuan untuk mengembangkan mesin atau program komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI melibatkan penggunaan algoritma dan model matematika untuk memberikan mesin kemampuan untuk belajar dan mengambil keputusan dengan sendirinya.
Dengan pemahaman ini, diharapkan generasi muda, terutama remaja dan dewasa dari seluruh jemaat HKBP di wilayah Jabodetabek, dapat lebih siap menghadapi dan memanfaatkan perkembangan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemahaman tentang AI juga dapat membuka peluang baru untuk inovasi, kreativitas, dan peningkatan produktivitas dalam berbagai bidang. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi AI ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang teknologi AI yang semakin berkembang.
4."Dampak Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence Terhadap Pelajar dan Mahasiswa" oleh Bagus Angkasawan Sumantri Putra, Muhammad Gilang Ramadhan, dan Rangga Andhika Pratama
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran terhadap pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini akan menyelidiki pengetahuan, persetujuan, dan pandangan responden terhadap implementasi, manfaat, dan potensi penyalahgunaan AI dalam konteks pendidikan. Tujuan utamanya adalah untuk memahami efektivitas teknologi AI dalam meningkatkan minat, motivasi belajar, dan efisiensi pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia.
• Metode:
Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah pendekatan empiris yang mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data dalam bentuk numerik, dan dalam konteks penelitian ini, data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Form.
Berikut adalah rincian metode penelitian yang akan digunakan:
Desain Kuesioner: Kuesioner akan dirancang menggunakan Google Form dengan pertanyaan yang fokus pada dampak penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran, termasuk efektivitas pembelajaran, motivasi belajar, dan minat belajar mahasiswa. Kuesioner akan terdiri dari dua bagian utama: identifikasi responden dan pertanyaan tentang dampak penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran.
Pengumpulan Data: Kuesioner akan disebar secara online melalui media sosial kepada mahasiswa dan pelajar yang telah menggunakan teknologi AI dalam pembelajaran.
Analisis Data: Data yang diperoleh dari kuesioner akan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fenomena yang sedang terjadi, sementara analisis inferensial digunakan untuk membuat kesimpulan tentang populasi berdasarkan sampel.
Etika Penelitian: Penelitian akan dilakukan dengan mengutamakan etika penelitian. Setiap responden akan diberikan informasi tentang tujuan penelitian, hak-hak mereka sebagai subjek penelitian, dan privasi data. Semua data yang diperoleh dari responden akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
Dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang dampak penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran pada pelajar dan mahasiswa di Indonesia.
• Hasil :
Dari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur melalui Google Form dengan 100 responden, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang terbatas tentang teknologi Artificial Intelligence (AI). Sebanyak 19% responden sangat mengetahui AI, 65% sedikit mengetahui, dan sisanya kurang atau bahkan tidak mengetahui sama sekali.
Terlepas dari pemahaman yang terbatas, mayoritas responden (95%) menyatakan bahwa teknologi AI berdampak positif bagi pelajar dan mahasiswa. Namun, sebagian kecil responden (5%) menganggap dampaknya negatif.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64%) setuju bahwa teknologi AI perlu diajarkan sejak dini, meskipun ada juga yang tidak setuju (17%). Selain itu, mayoritas responden (86%) juga mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan teknologi AI oleh pelajar dan mahasiswa.
Meskipun demikian, masih ada beberapa responden yang mempertanyakan efektivitas teknologi AI dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar, dengan sebagian kecil menganggapnya tidak efektif (2%).
Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan sikap terhadap teknologi AI masih perlu ditingkatkan, namun ada potensi besar untuk menerapkannya dalam dunia pendidikan dengan memperhatikan berbagai kekhawatiran dan pertimbangan.
• Kesimpulan:
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa AI merupakan teknologi yang semakin umum digunakan di masyarakat, meskipun banyak orang masih kurang paham mengenai konsep dan cara kerjanya. Namun, kebanyakan orang menyatakan bahwa AI berdampak positif dan dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk di dunia pendidikan. Meskipun demikian, terdapat juga kekhawatiran terkait dengan penyalahgunaan teknologi AI, sehingga perlu ada upaya untuk memastikan penggunaannya yang bertanggung jawab.
5."Analisis Perkembangan Artificial Inteligence Dalam Bidang Bisnis :Systematic Literature Review" oleh Dimas Irmansyah , Beryl Ardhana Lokatara , Mohamad Ivan Saputra , Safna Faradillah , Anita Wulansari
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam perusahaan bisnis dengan fokus pada efektivitas, efisiensi, dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Tujuan khususnya adalah memahami peran dan potensi AI dalam meningkatkan kinerja bisnis, mengidentifikasi cara AI dapat membantu perusahaan menjadi lebih optimal dan efisien, memahami perkembangan dan perubahan dalam penerapan AI dalam perusahaan, serta mengevaluasi literatur yang relevan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yang memungkinkan identifikasi, evaluasi, dan interpretasi seluruh informasi terkait dengan topik penelitian. Metode ini akan membantu dalam menyusun informasi komprehensif tentang penerapan AI dalam perusahaan bisnis.
• Metode:
Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana peneliti meninjau literatur untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menafsirkan semua pengamatan yang berkaitan dengan topik penelitian. SLR digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Alur proses SLR pada penelitian ini mengacu pada metode yang dijelaskan oleh Pamungkas dan Rochimah (2019).
• Hasil :
Hasil analisis dari literatur menunjukkan beberapa faktor yang memengaruhi penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di perusahaan. Faktor-faktor tersebut meliputi inovasi teknologi di era revolusi industri atau digital, efisiensi sumber daya manusia, kemampuan AI dalam memecahkan masalah, dan persaingan di pasar teknologi.
Penerapan teknologi AI dalam perusahaan berdampak signifikan pada kinerja bisnis. Peran AI meliputi penggunaan chatbot untuk pelayanan pelanggan, pengaturan personalisasi berdasarkan preferensi konsumen, prediksi keuntungan, dan berbagai aplikasi lain yang membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis.
Meskipun banyak manfaatnya, implementasi AI juga dihadapkan pada beberapa hambatan dan tantangan. Hal ini termasuk biaya yang tinggi, kekhawatiran tentang keamanan data dan privasi, kesulitan dalam pengembangan teknologi yang rumit, dan kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil dalam mengoperasikan dan mengembangkan teknologi AI.
• Kesimpulan:
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam perusahaan menghadapi sejumlah hambatan dan tantangan. Beberapa hambatan yang diidentifikasi meliputi isu keamanan data dan privasi, biaya dan investasi yang tinggi, kebutuhan akan tenaga kerja yang handal, infrastruktur yang memadai, peraturan UU ITE yang belum sempurna, serta isu etika dan pergantian pekerjaan manusia dengan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian terkait faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan teknologi AI dalam perusahaan, dampak penerapan teknologi AI terhadap kinerja bisnis perusahaan, serta hambatan dan tantangan dalam mengimplementasikan teknologi AI dalam perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 literatur yang memenuhi kriteria kualitas penilaian dan diklasifikasikan berdasarkan sektor-sektor penerapan AI, seperti perdagangan, kesehatan, game, pendidikan, dan umum.
6."Implementasi Artificial Intelligence (AI) di Bidang Pendidikan Kejuruan Pada Era Revolusi Industri 4.0 " oleh Muhammad Yahya, Hidayat, dan Wahyudi
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami peran kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan kejuruan. pada era revolusi industri 4.0. Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana AI dapat meningkatkan efektivitas dan relevansi pendidikan kejuruan, mengidentifikasi cara implementasi AI dapat mempersonalisasi pembelajaran, menganalisis dampaknya terhadap pengembangan keterampilan digital siswa, serta menyelidiki tantangan yang terkait dengan integrasi AI dalam pendidikan kejuruan, seperti privasi data dan pelatihan pendidik. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat merumuskan rekomendasi untuk memanfaatkan AI secara efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mempersiapkan siswa untuk masa depan di pasar kerja yang berkembang di era digital.
• Metode:
Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif, survei perpustakaan yang menghasilkan informasi berupa memo dan data deskriptif, terutama untuk buku, jurnal nasional, jurnal internasional, dan literatur lainnya. Data hasil telaah literatur kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menganalisis implementasi Artificial Intelligence dalam bidang Pendidikan kejuruan berdasarkan informasi dan hubungan saling keterkaitan antar literatur sehingga E-ISSN : 3025-1591 193 https://journal.unm.ac.id/index.php/Semnasdies62/index diperoleh informasi yang komprehensif. Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan (solusi) langsung bagi permasalahan yang dihadapi. karena penelitian merupakan bagian saja dari usaha pemecahan masalah yang lebih besar. Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dari kegunaan tertentu. Istilah cara ilmiah menunjukkan arti bahwa kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Penelitian ini dilakukan dengan membaca, menelaah, dan menganalisis berbagai literatur yang ada, berupa buku, jurnal, artikel serta sumber bacaan lainnya dari hasil penelitian.
• Hasil :
Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan kejuruan pada era Revolusi Industri 4.0 memiliki dampak positif yang signifikan. Beberapa hasil implementasi AI meliputi penggunaan chatbot, pembelajaran adaptif, evaluasi otomatis, simulasi dan virtual reality (VR), sistem rekomendasi, serta analisis data pendidikan.
Dampak positif dari implementasi AI dalam pendidikan kejuruan termasuk peningkatan efisiensi pembelajaran, personalisasi pembelajaran, umpan balik instan, analisis data mendalam, pengembangan keterampilan praktis, aksesibilitas dan fleksibilitas, serta kesiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa peran guru dan pendidik tetap penting dalam memberikan panduan, dukungan emosional, pengembangan keterampilan sosial, dan penilaian holistik terhadap siswa.
Untuk memastikan kesuksesan implementasi AI dalam pendidikan kejuruan, diperlukan beberapa kompetensi kunci, termasuk pemahaman tentang AI, pengetahuan domain pendidikan kejuruan, analisis data, keterampilan teknis, kemampuan kolaborasi, etika dan privasi, kemampuan adaptasi dan pembelajaran, serta keterampilan manajemen proyek. Dengan memperkuat kompetensi ini, implementasi AI dapat menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa dan lembaga pendidikan kejuruan.
• Kesimpulan:
Implementasi AI dalam pendidikan kejuruan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan relevansi pendidikan kejuruan dengan kebutuhan industri pada era Revolusi Industri 4.0. Namun, perlu diingat bahwa peran guru dan pendidik tetap penting dalam memandu siswa, menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, dan memberikan nilai tambah yang tidak dapat digantikan oleh AI. Meskipun AI memiliki dampak positif dalam pendidikan kejuruan, penting untuk mengimbanginya dengan peran manusia yang tetap penting. Guru dan pendidik memiliki peran krusial dalam memberikan panduan, dukungan emosional, pengembangan keterampilan sosial, dan penilaian yang holistik terhadap siswa. Mengembangkan dan memperkuat kompetensi ini akan membantu dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengelola solusi AI yang efektif dalam pendidikan kejuruan. Penting untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam bidang AI dan pendidikan untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi.
7."Hubungan Perkembangan Teknologi AI Terhadap Pembelajaran Mahasiswa" oleh Anfa Mediatama
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelajahi hubungan antara mahasiswa dan kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penggunaan AI dalam pembelajaran terhadap motivasi dan minat belajar mahasiswa, mempertimbangkan implikasi etis dan sosial dari penggunaan AI dalam pendidikan, menyediakan wawasan tentang persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terotomatisasi dengan memperhatikan pengaruh teknologi AI, serta memberikan panduan dan rekomendasi untuk pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif dengan memanfaatkan teknologi AI. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran dan pengaruh AI dalam pendidikan serta mempersiapkan mahasiswa untuk era yang semakin terhubung dengan teknologi AI.
• Metode:
Dalam penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif. Metode library research merupakan jenis penelitian kualitatif yang pada umumnya tidak terjun ke lapangan dalam pencarian sumber datanya sehingga riset ini dilakukan hanya berdasarkan atas karya-karya tertulis (Hayati, 2021). Dalam metode library research peneliti menganalisis tentang penggunaan “Artificial Intelligence” dalam pembelajaran mahasiswa IAI AL-AZIS, adapun waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Juni 2023, peneliti melakukan kegiatan yang dirinci sebagai berikut:
1. Identifikasi dan pemilihan sumber-sumber literatur yang relevan: Melalui pencarian database akademik, artikel jurnal, buku, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembelajaran mahasiswa.
2. Pengumpulan data: Data yang relevan dikumpulkan dari sumber-sumber literatur yang dipilih. Data ini mencakup aplikasi AI yang digunakan dalam pembelajaran mahasiswa, manfaat yang dihasilkan, dan tantangan yang terkait.
3. Analisis konten: Baca dengan teliti dan cermati isi dari sumber-sumber yang telah Anda pilih. Identifikasi tema utama, argumen, data, dan kesimpulan yang disajikan dalam sumber tersebut. Identifikasi juga perspektif yang diungkapkan dan pemikiran penulis.
• Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran mahasiswa memiliki dampak positif terhadap efektivitas dan keterlibatan mahasiswa. AI membantu dalam memperkuat pemahaman konsep, meningkatkan kemampuan problem-solving, memperbaiki hasil akademik, dan meningkatkan kepuasan dalam pembelajaran. Dalam konteks pendidikan tinggi, AI memungkinkan personalisasi dan adaptasi yang lebih baik dalam pengalaman pembelajaran.
Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, keterbatasan teknologi seperti ketersediaan infrastruktur dan aksesibilitas. Kedua, masalah privasi dan etika terkait dengan pengumpulan dan analisis data mahasiswa. Ketiga, biaya implementasi dan pemeliharaan sistem AI juga menjadi pertimbangan penting.
Perlu ditekankan bahwa peran dosen sebagai fasilitator dan mentor tetap krusial dalam konteks pembelajaran. Meskipun AI dapat memberikan bimbingan dan umpan balik, kehadiran dosen yang memberikan arahan, inspirasi, dan pengalaman nyata tidak tergantikan.
Untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pendidikan tinggi, diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, serta implementasi kebijakan dan praktik yang tepat. Ini mencakup perlindungan privasi dan keamanan data mahasiswa serta memastikan bahwa peran manusia tetap menjadi fokus dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan efektif.
• Kesimpulan:
Penggunaan AI dalam pembelajaran mahasiswa memungkinkan personalisasi dan adaptasi yang lebih baik. Melalui analisis data, AI dapat mengidentifikasi preferensi dan kebutuhan belajar masing-masing mahasiswa secara individual. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang gaya belajar dan tingkat pemahaman masing-masing mahasiswa, sistem AI dapat memberikan rekomendasi dan materi pembelajaran yang disesuaikan. Selain itu, AI juga dapat meningkatkan interaksi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran. Chatbot AI dapat digunakan sebagai asisten virtual yang responsif, membantu menjawab pertanyaan, memberikan bimbingan, atau memecahkan masalah dalam waktu nyata. AI juga dapat memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar-mahasiswa melalui platform pembelajaran interaktif. Namun, penggunaan AI dalam pembelajaran juga menghadapi tantangan dan pertimbangan penting. Diperlukan kebijakan yang jelas untuk melindungi privasi dan keamanan data mahasiswa. Selain itu, ketersediaan infrastruktur teknologi, pelatihan dosen dalam penggunaan AI, dan biaya implementasi dan pemeliharaan sistem AI juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Dalam konteks pendidikan tinggi, penggunaan AI dalam pembelajaran mahasiswa tidak dapat menggantikan peran dosen. Meskipun AI dapat memberikan bimbingan dan umpan balik yang berharga, peran dosen dalam memberikan arahan, inspirasi, dan pengalaman nyata tetap tidak tergantikan. Dalam penggunaan AI.
8."Revolusi Teknologi: Masa Depan Kecerdasan Buatan (AI) dan Dampaknya Terhadap Masyarakat" oleh Ahmad Rickianto Afandia & Heri Kurniab
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana masa depan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence akan membentuk masyarakat kita dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian ini akan mengidentifikasi dan menganalisis dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan, termasuk tantangan, risiko, dan pertimbangan etis yang terlibat. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami sejarah, perkembangan, dan implikasi sosial dari kecerdasan buatan, serta untuk mengeksplorasi persepsi dan sikap masyarakat terhadap teknologi ini. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih baik tentang peran kecerdasan buatan dalam membentuk masyarakat dan mengarahkan pembahasan tentang implikasi sosial dan etis dari teknologi ini.
• Metode:
Metode penelitian kepustakaan atau disebut juga dengan metode penelitian kepustakaan adalah suatu pendekatan penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dipublikasikan dalam bentuk literatur ilmiah, termasuk artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan sumber lainnya. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik penelitian tertentu dan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menciptakan wawasan baru, memvalidasi atau memperluas teori yang ada, atau membuat kerangka teori. Dalam metode penelitian kepustakaan, peneliti mengidentifikasi literatur yang berkaitan dengan topik penelitiannya, membaca, meringkas dan menyintesis informasi yang ditemukan, serta mengevaluasi dan menginterpretasikan hasilnya. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk membuat tinjauan literatur yang komprehensif dan menyeluruh tentang subjek yang diteliti.
• Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Secara khusus, terdapat empat dampak utama yang perlu diperhatikan:
Dampak terhadap pekerjaan dan perekonomian: Kecerdasan buatan membawa perubahan besar dalam kehidupan kerja dan ekonomi. Meskipun dapat membantu mengotomatiskan tugas-tugas rutin dan meningkatkan efisiensi, terdapat kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan pekerjaan manusia. Namun, revolusi AI juga membuka peluang baru dalam menciptakan lapangan kerja baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Dampak pada kesehatan dan layanan medis: AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan industri kesehatan dan perawatan. Dengan kemampuannya untuk menganalisis data medis secara cepat, AI dapat membantu dalam diagnosis dini penyakit, merencanakan perawatan pasien, dan mengurangi kesalahan medis. Namun, diperlukan pertimbangan etis terkait dengan kerahasiaan data pasien dan potensi bias algoritme AI yang dapat memengaruhi hasil diagnostik dan pengobatan.
Dampak pada etika dan privasi: Revolusi AI juga menimbulkan tantangan terkait dengan etika dan privasi. Pengumpulan dan analisis data pribadi oleh AI membuka kemungkinan terjadinya penyalahgunaan data dan pelanggaran privasi. Oleh karena itu, diperlukan kerangka hukum dan transparansi yang kuat untuk memastikan perlindungan yang tepat dan penggunaan etis atas data pribadi.
Dampak pada pendidikan: Perkembangan AI juga telah merambah ke dalam dunia pendidikan. AI digunakan dalam berbagai teknologi pendidikan, seperti mentor visual atau guru AI, serta platform pembelajaran online yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini membuka peluang baru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih personal kepada siswa.
Dalam kesimpulannya, pengembangan kecerdasan buatan memiliki dampak yang luas dan beragam bagi kehidupan manusia. Dalam menghadapi revolusi AI, penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek etis, privasi, dan pembelajaran untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat secara keseluruhan.
• Kesimpulan:
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence adalah kemampuan teknologi untuk meniru dan melakukan tugas yang biasanya dilakukan oleh kecerdasan manusia. Perkembangan AI atau kecerdasan buatan ini sendiri memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ini memiliki dampak bagi kehidupan masyarakat. Berikut beberapa dampak perkembangan kecerdasan buatan bagi kehidupan manusia; (1) Dampak terhadap pekerjaan dan perekonomian, (2) Dampak pada kesehatan dan layanan medis, (3) Dampak Pada Etika dan Privasi, dan (4) Dampak Pada Pendidikan.
9."Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pentingnya Ilmu Etika dalam Pendidikan Interdisipliner" oleh Michael Reskiantio Pabubung1
• Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak dari Revolusi Industri Keempat, khususnya terkait dengan Pentingnya Ilmu Etika dalam Pendidikan Interdisipliner, pada masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Dengan fokus pada perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang disebabkan oleh kemajuan teknologi AI, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, risiko, dan pertimbangan etis yang terkait dengan penggunaan teknologi AI dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, penelitian ini ingin memahami peran serta pengaruh kecerdasan buatan dalam mengubah pola kerja, pembelajaran, dan interaksi sosial dalam masyarakat. Melalui analisis epistemologi AI, penelitian ini juga bermaksud mengeksplorasi bagaimana pemahaman tersebut dapat membentuk pendidikan interdisipliner yang efektif dalam mempersiapkan individu menghadapi era AI. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memberikan kontribusi dalam memberikan solusi praktis, terutama dalam bidang pendidikan, untuk mengatasi tantangan dan dampak dari perkembangan kecerdasan buatan.
• Metode:
Tulisan ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis literatur. Data yang digunakan dalam tulisan ini berasal dari jurnal, buku, dan artikel yang terkait dengan epistemologi, etika, artificial intelligence, dan pendidikan interdisipliner dengan fokus pada terbitan sepuluh tahun terakhir. Kajian ini menggunakan artificial intelligence sebagai objek material dan epistemologi sebagai objek formal.
• Hasil :
Hasil dan pembahasan ini membahas beberapa aspek penting terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya terhadap masyarakat serta keterkaitannya dengan bidang filsafat, khususnya epistemologi dan etika. Berikut rangkuman dari hasil dan pembahasan tersebut:
Pemeliharaan Keyakinan Rasional: Epistemologi, khususnya pemeliharaan keyakinan rasional, menjadi pertanyaan pokok terkait bagaimana kita mempertahankan dan memperbarui sistem keyakinan kita dalam menghadapi input baru dan pertanggungjawaban atas keyakinan sebelumnya.
Pengaruh AI dalam Berbagai Aspek Kehidupan: AI memiliki dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti dalam bidang pekerjaan, kesehatan, etika, dan pendidikan. Meskipun membawa efisiensi dan inovasi, AI juga menimbulkan kekhawatiran terkait penggantian pekerjaan, privasi data, dan bias algoritme.
Peran Etika dalam Pengembangan AI: Pentingnya mempertimbangkan aspek etika dalam pengembangan dan penerapan AI. Hal ini meliputi perlunya menjaga privasi data, menghindari bias algoritme, dan memastikan pertanggungjawaban moral dalam penggunaan teknologi.
Pemikiran Filosofis tentang AI: Filosofis seperti John L. Pollock dan Daniel C. Dennett telah mengemukakan pandangan mereka terkait AI, termasuk aspek epistemologi dan moralitas. Mereka menyoroti perbedaan antara kemampuan AI dan manusia, serta pentingnya pertimbangan etis dalam penggunaan teknologi.
Interdisiplinaritas dalam Pendidikan AI: Pentingnya pendekatan interdisipliner dalam pendidikan AI, di mana ilmu humaniora seperti etika juga memiliki peran yang penting. Ini memastikan bahwa pengembangan dan penerapan AI tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial, moral, dan budaya.
Perlunya Kehati-hatian dalam Pengembangan AI: Meskipun AI menawarkan banyak potensi positif, ada juga risiko dan tantangan yang perlu diatasi. Penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pengembangan AI dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan beretika.
Peran Masyarakat dalam Menyikapi AI: Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyikapi perkembangan AI. Mereka perlu mendorong penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan mengadvokasi untuk regulasi yang tepat untuk melindungi privasi dan hak asasi manusia.
• Kesimpulan:
Kesimpulan dari rangkuman tersebut adalah bahwa untuk mencapai tujuan baik dalam pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), diperlukan dua langkah penting. Pertama, diperlukan peningkatan kurikulum di sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan memasukkan pengetahuan dasar tentang AI dan pelajaran mengenai etika manusia. Hal ini penting karena lulusan SMK cenderung langsung terjun ke dunia kerja, terutama di industri teknologi yang berkaitan langsung dengan AI. Kedua, perlu dilakukan integrasi mata kuliah dasar tentang dasar-dasar AI dan Etika di setiap program studi perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Hal ini penting karena para mahasiswa akan menjadi "pemain" dalam dunia AI dan juga "penonton" sebagai konsumen AI di era yang akan datang. Kolaborasi antara AI dan Etika diharapkan dapat membuka pintu bagi kemampuan sintesis dan evaluasi bagi setiap peserta didik, sehingga mereka dapat menjadi konsumen yang kompeten dan memahami pentingnya mempertimbangkan etika dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI. Data dari survei juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta didik terhadap perlunya pendidikan interdisipliner tentang AI dan Etika di perguruan tinggi, yang dapat menjadi indikator bagi universitas untuk mempertimbangkan implementasi lebih lanjut dari mata kuliah ini.
10."Implementasi Artificial Intelligence (AI) Di Bidang Administrasi Publik Pada Era Revolusi Industri 4.0" oleh Endang Irawan Supriyadi & Dianing Banyu Asih
• Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) diimplementasikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui aplikasi berbasis teknologi pada layanan publik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sumber daya manusia dalam menerapkan AI di bidang administrasi publik.
Pemerintah dianggap memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sesuai dengan amanat undang-undang tentang pelayanan publik. Dengan masuknya era revolusi industri 4.0, diharapkan pemerintah dapat melakukan transformasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satu transformasi yang diharapkan adalah menerapkan teknologi AI dalam bidang administrasi publik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dan manfaat penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan publik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi AI dapat mengubah dan memperbaiki proses pelayanan publik, tetapi juga akan memberikan rekomendasi untuk pemerintah dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi tersebut secara efektif.
• Metode:
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif bersifat studi kepustakaan (library research) yang menggunakan buku-buku dan literatur-literatur lainnya sebagai objek yang utama yang akan menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif.
• Hasil :
Hasil dan Pembahasan:
Implementasi Artificial Intelligence di Bidang Administrasi Publik pada Era Revolusi Industri 4.0
- Artificial Intelligence (AI) telah berkembang pesat sejak pertama kali dikenal pada tahun 1956, dengan perkembangan baik di hardware maupun software.
- Beberapa aplikasi AI telah diimplementasikan dalam pelayanan publik di Kota Bandung, seperti e-SATRiA, GAMPIL, Layad Rawat, Moovit, BIMMA, dan SITARUNG.
- Aplikasi-aplikasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era revolusi industri 4.0.
Dampak Implementasi Artificial Intelligence pada Bidang Administrasi Publik
- Kelebihan:
- Meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mempercepat proses birokrasi.
- Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penyediaan pelayanan publik.
- Kekurangan:
- Berkurangnya interaksi sosial langsung antara pemerintah dan masyarakat.
- Munculnya ancaman keamanan siber dan biaya pengadaan infrastruktur yang mahal.
- Kelebihan:
Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintahan dalam Implementasi Artificial Intelligence pada Bidang Administrasi Publik
- Pemerintah Indonesia menduduki urutan ke-5 dalam persiapan implementasi AI di tingkat ASEAN.
- Kesiapan implementasi AI dipengaruhi oleh biaya infrastruktur, kesiapan SDM, dan perampingan aparatur pemerintahan.
- SDM pemerintahan perlu memiliki keterampilan teknis dan non-teknis seperti pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen orang, kerja sama tim, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi pelayanan, negosiasi, dan fleksibilitas kognitif.
Implementasi AI dalam administrasi publik membawa dampak signifikan, baik positif maupun negatif. Untuk memaksimalkan manfaatnya, penting bagi pemerintah untuk memperhatikan kesiapan SDM dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan mengembangkan keterampilan teknis dan non-teknis yang sesuai.
• Kesimpulan:
Revolusi industri 4.0 merupakan perjalanan keempat dari perkembangan revolusi industri, pada revolusi ini ditemukan banyak penemuan baru pada perkembangan teknologi seperti Artificial Intellegence(AI), Internet Of Thing(IOT), bigdata, kendaraan otomatis, percetakan 3D,nanoteknologi, bioteknologi, sains material,penyimpanan energi dan komputasi kuantum. Pada revolusi industri 4.0 yang menjadi titik beratnya adalah otomatisasi dan integrasi antara dunia fisik dan digital.
Artificial intelligence yang merupakan salah satu produk dari revolusi industri 4.0 merupakan teknologi yang perkembangan dan pemanfaatannya sudah dapat dirasakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah aplikasi pelayanan publik berbasis digital pada bidang administrasi publik.
Implementasi artificial intelligence pada bidang admnistrasi publik telah membantu pemerintah dalam mengelola dan memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini yang telah banyak mengalami perubahan akibat adanya penetrasi teknologi, namun implementasi artificial intelligence ini belum bisa dimanfaatakn oleh seluruh intansi pemerintahan di indodnesia hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya anggaran penyedian insfrastruktur perangkat teknologi dan kurangnya kesiapan sumber daya manusia pada sektor pemerintahan baik dalam technical skill maupun non-technical
11."Dampak Penggunaan Artificial Inteligense (AI) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam" oleh Wiwin Rif’atul Fauziyati
• Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari penggunaan AI dalam konteks ini. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana teknologi AI dapat mendukung proses pembelajaran dengan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih personal, meningkatkan manajemen sekolah, serta mempermudah evaluasi kemampuan peserta didik.
Selain itu, penelitian ini menilai kesiapan dan kompetensi guru dalam menerapkan teknologi AI untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih efektif. Teknologi AI seperti ChatGPT, yang dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan, dianggap mampu membantu guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efisien. Namun, penelitian ini juga mempertimbangkan dampak negatif potensial dari penggunaan AI, seperti kecenderungan siswa untuk menjadi malas belajar karena terbiasa mendapatkan jawaban instan tanpa melalui proses berpikir yang mendalam.
• Metode:
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2019). Metode ini digunakan untuk memberikan deskripsi yang mendalam tentang dampak penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Sumber data utama yang diambil dalam penelitian ini adalah literatur, jurnal ilmiah, dan berita online yang relevan dengan isu penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan mengakses, membaca, mengevaluasi, dan mencatat berbagai materi yang ditemukan dalam literatur, jurnal ilmiah, dan berita online yang berkaitan dengan topik penelitian. Data-data tersebut kemudian disaring dan diintegrasikan dalam kerangka teoritis untuk membentuk dasar argumen dan kesimpulan penelitian. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dampak penerapan AI dalam konteks pendidikan agama Islam.
• Hasil :
Artificial Intelligence (AI)
Artificial Intelligence (AI) memungkinkan mesin, seperti komputer, untuk melakukan tugas yang biasanya dilakukan manusia (Mulyana, 2022). AI memiliki empat pendekatan utama: bertindak seperti manusia, berpikir seperti manusia, berpikir rasional, dan bertindak rasional (Cholissodin et al., 2020). AI digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pencarian web, pengenalan suara, terjemahan bahasa, dan analisis data (Yulianto & Suryana, 2018).
Konsep-konsep penting dalam AI meliputi pembelajaran mesin, jaringan neural, pembelajaran mendalam, komputasi kognitif, visi komputer, dan pemrosesan bahasa alami (Sidabutar & Munthe, 2022). Perkembangan AI dibagi menjadi tiga kategori: Artificial Narrow Intelligence (ANI), Artificial General Intelligence (AGI), dan Artificial Super Intelligence (ASI) (Fjelland, 2020).
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran melibatkan interaksi antara guru dan siswa dalam lingkungan belajar yang direncanakan (Dakhi, 2022). Pendidikan agama Islam bertujuan menyampaikan materi agama Islam untuk memperdalam pemahaman peserta didik (Marwantika, 2023). Proses pembelajaran melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sistematis (Yulianti et al., 2018).
Dampak Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Dampak Positif:
- Personalisasi Pembelajaran: AI menyesuaikan pengalaman belajar dengan kebutuhan individual siswa (Maufidhoh & Maghfirah, 2023).
- Penilaian Otomatis: AI mengotomatisasi asesmen dan penilaian soal (Mufid et al., 2022).
- Tutor Virtual: AI memberikan umpan balik otomatis dan materi tambahan (Afrita, 2023).
- Smart Content: AI memudahkan pencarian dan pengelompokan materi digital.
- Voice Assistant: Memungkinkan siswa mencari materi melalui perintah suara (Tjahyanti et al., 2022).
Dampak Negatif:
- Ketergantungan Siswa pada Teknologi: Dapat menyebabkan kemalasan dan kurangnya inisiatif berpikir.
- Risiko Plagiarisme: Penggunaan sistem penulisan esai berbasis AI bisa disalahgunakan untuk menipu (Dehouche, 2021).
- Pengaruh terhadap Pendidikan Agama: AI dapat mengambil peran guru dalam memberikan jawaban tentang agama dan moralitas, sehingga hubungan antara guru dan siswa tetap penting.
Secara keseluruhan, AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki dampak signifikan yang perlu diatur dengan bijak.
• Kesimpulan:
Penggunaan AI membawa potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Beberapa penerapan AI yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran antara lain: AI sebagai alat personalisasi pembelajaran berdasarkan kebutuhan individu, AI digunakan sebagai alat penilaian otomatis bagi guru dalam kegiatan pembelajaran, AI sebagai tutor virtual yang siap membantu siswa dalam memahami konsepkonsep pendidikan agama Islam, menjawab pertanyaan siswa, dan memberikan bimbingan dalam menjalani praktik keagamaan. AI sebagai smart content berfungsi membagi dan menemukan konten materi dan buku digital yang sudah diprogram secara virtual dengan lebih mudah dan cepat. AI sebagai voice assistant memungkinkan para murid bisa mencari materi, referensi soal, artikel, sampai buku tentang Pendidikan Agama Islam dengan hanya berbicara atau menyebutkan kata kunci. Namun terdapat hal negatif terkait dampak penggunaan AI dalam kegiatan pembelajaran seperti penggunaan AI yang menyebabkan ketergantungan siswa terhadap teknologi AI, sehingga berakibat pada munculnya kemalasan dalam belajar maupun malas dalam berfikir, serta resiko terjadinya plagiarisme dalam pembuatan tugas siswa. Dalam jangka panjang, AI dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk mendukung pembelajaran pendidikan agama Islam, asalkan digunakan dengan bijak dan diintegrasikan dengan baik ke dalam system pembelajaran.
12."Peran Artificial Inteligence Dalam Pelayanan Kesehatan " oleh Patriot Haryo Trenggono & Adang Bachtiar
• Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dampak penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kedokteran. Penelitian ini mengidentifikasi potensi AI dalam meningkatkan praktik klinis, menganalisis manfaat dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi AI dalam konteks medis, serta mengevaluasi kesiapan tenaga medis dalam mengadopsi teknologi ini. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan AI dalam keputusan klinis dan bagaimana hal ini mempengaruhi adopsi teknologi AI di bidang kesehatan.
• Metode:
Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and MetaAnalyses). Langkah pertama dalam melakukan tinjauan sistematis ini yaitu melakukan pencarian melalui sumber data elektronik yaitu ProQuest dan Scopus dengan keyword yang digunakan untuk pencarian adalah artificial intelligence, medical artificial inteligence, dan artificial intelligence in health care. Semua jenis penelitian langsung disaring secara umum dari jurnal akademik untuk mengurangi jumlah hasil pencarian yang terlalu berlebih.
• Hasil :
Pencarian dan Seleksi Artikel
Dari 337.251 artikel yang ditemukan di Proquest (279.834) dan Scopus (57.417), setelah menghapus duplikat dan menyaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, terpilih 16 artikel untuk dianalisis.
Perbandingan Hasil Temuan Penelitian
Kesiapan Organisasi untuk AI di Layanan Kesehatan (Alami et al., 2021)
- Hasil: Integrasi AI membutuhkan kesiapan organisasi, penerimaan pemangku kepentingan, dan penilaian keselarasan teknologi.
Persepsi Dokter terhadap AI dalam Diagnostik (Hah & Goldin, 2021)
- Hasil: Dokter umumnya positif terhadap AI, namun ada ketidaksesuaian antara algoritma AI dan penalaran subjektif manusia.
Kekhawatiran Pasien terhadap AI (Richardson et al., 2021)
- Hasil: Pasien khawatir tentang keamanan AI, ancaman terhadap pilihan, dan bias data. Penerimaan AI bergantung pada pengurangan risiko ini.
Pandangan Siswa Kesehatan tentang AI (Overman, 2022)
- Hasil: Sebagian besar siswa memperkirakan AI akan mempengaruhi karir mereka dan memiliki pandangan positif terhadap AI.
Mengatasi Masalah Pelayanan Kesehatan dengan AI (Overman, Debbie)
- Hasil: AI mendukung keputusan klinis, tetapi keputusan tetap dibuat oleh tenaga medis.
Potensi AI untuk Keselamatan Pasien (Bates et al., 2021)
- Hasil: AI dapat mengurangi frekuensi bahaya di berbagai domain kesehatan.
Masa Depan AI di Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran (Henning et al., 2021)
- Hasil: Transformasi digital layanan kesehatan tidak terhindarkan, namun banyak profesional kesehatan kurang terlatih dalam teknologi digital.
AI memiliki potensi besar untuk mengubah layanan kesehatan, namun implementasinya memerlukan kesiapan organisasi, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengelolaan persepsi pasien.
• Kesimpulan:
Banyak sekali peran AI dalam perkembangan teknologi di bidang kesehatan, cepat atau lambat semua potensi yang dimiliki AI akan memberikan dampak baik tentunya dengan perbaikan-perbaikan yang agresif dan dukungan dari semua pemangku kepentingan dan juga para praktisi. Tingkat efektivitas dan efisiensi mulai dari sumber daya manusia, biaya yang dikeluarkan Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online) pihak pemberi pelayanan kesehatan, kemudahan dari para praktisi kesehatan khususnya dokter dan lainnya akan membuka kesempatan teknologi AI untuk berkontribusi lebih banyak dan luas lagi di dunia kesehatan. Pada akhirnya penelitian dan pengembangan mengenai teknologi AI dan perluasan potensi perannya dalam dunia kesehatan masih sangat diperlukan untuk memperkaya informasi dan keilmuan.
13."Penerapan Kecerdasan Buatan Dalam Sistem Informasi" oleh Ully Muzakir, Baharuddin, Abraham Manuhutu dan Heru Widoyo
• Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem informasi, dengan fokus pada aplikasi, etika, dan dampak sosialnya. Artikel ini berupaya memberikan wawasan menyeluruh tentang bagaimana AI diterapkan dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengambilan keputusan dalam konteks sistem informasi. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi isu-isu etis yang terkait dengan penggunaan AI, seperti privasi dan perlindungan data, serta implikasi kebijakan yang relevan.
• Metode:
Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Identifikasi sumber informasi.
2. Pencarian literatur menggunakan kata kunci relevan.
3. Seleksi literatur berkualitas tinggi dari lima tahun terakhir.
4. Organisasi literatur berdasarkan tema utama.
5. Analisis mendalam dan pencatatan temuan utama.
6. Penulisan tinjauan pustaka sesuai dengan topik.
7. Penyusunan struktur artikel.
8. Pengutipan dan daftar pustaka sesuai dengan gaya penulisan APA.
9. Revisi dan penyuntingan untuk klaritas dan konsistensi.
10. Penyusunan abstrak yang merangkum pokok-pokok penting.
Metodologi ini membantu menyusun artikel tinjauan pustaka yang informatif dan terkini tentang topik yang dipilih.
• Hasil :
Dalam penelitian ini, menjelajahi aplikasi yang luas dari kecerdasan buatan (AI) dalam konteks sistem informasi. AI telah membawa perubahan revolusioner dalam cara kita mengelola data, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan teknologi. Salah satu aplikasi utama AI adalah analisis data, di mana algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk menggali wawasan dari data besar dan meramalkan tren masa depan. Ini penting dalam berbagai industri, termasuk perbankan dan keuangan, di mana analisis data yang tepat dapat mengidentifikasi peluang dan risiko.
Selain itu, sistem rekomendasi merupakan salah satu keberhasilan gemilang AI dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Contohnya adalah platform seperti Netflix dan Amazon yang menggunakan AI untuk menganalisis perilaku pengguna dan menyajikan rekomendasi produk atau konten yang sesuai dengan preferensi individu.
Tidak ketinggalan, pengolahan bahasa alami (NLP) telah merevolusi interaksi manusia dengan komputer. Dengan NLP, komputer dapat memahami dan memproses bahasa manusia, membuka pintu untuk aplikasi seperti chatbot, analisis sentimen teks, dan terjemahan otomatis.
Namun, penggunaan AI juga menimbulkan berbagai masalah etika, termasuk privasi data dan bias dalam pengambilan keputusan. Regulasi yang cermat diperlukan untuk memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan dengan memperhatikan hak privasi individu dan meminimalkan risiko bias yang dapat memengaruhi keadilan dalam pengambilan keputusan.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang aplikasi dan implikasi AI dalam sistem informasi, penting untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang ini dan terlibat dalam diskusi yang mempromosikan penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab untuk kepentingan bersama.
• Kesimpulan:
Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem informasi telah mengubah lanskap teknologi informasi secara mendalam, dengan dampak yang signifikan pada tenaga kerja dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, kami menyimpulkan bahwa:
1. Penggunaan AI Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas: AI memungkinkan otomatisasi tugas-tugas rutin, meningkatkan efisiensi operasional, dan membebaskan tenaga kerja manusia untuk fokus pada pekerjaan yang memerlukan kreativitas dan keputusan berbasis pengetahuan.
2. Peningkatan Kualitas Hidup: Di sektor kesehatan, AI digunakan untuk diagnosis penyakit, meningkatkan deteksi dini, dan perawatan yang lebih efektif. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan harapan hidup.
3. Pelayanan Pelanggan yang Lebih Baik: AI digunakan dalam layanan pelanggan untuk memberikan respons yang lebih cepat dan akurat terhadap pertanyaan dan masalah pengguna, meningkatkan kepuasan pelanggan
4. Pengoptimalan Rantai Pasokan: AI meningkatkan efisiensi rantai pasokan, mengurangi pemborosan, dan memastikan persediaan yang efisien.
5. Pendidikan yang Personalisasi: AI membantu dalam pendidikan dengan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih personal dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan individu
14."ChatGPT & Artificial Intelligence: Kekacauan Atau Kebangunan Bagi Pendidikan Agama Kristen di Era PostModern" oleh Frans Pantan
• Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan buatan (AI) dan pendidikan agama Kristen dalam konteks masa digital yang sedang berkembang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran agama Kristen, serta bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman, praktik keagamaan, dan pengajaran teks-teks keagamaan.
• Metode:
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi. Pendekatan netnografi peneliti gunakan karena mampu memanfaatkan ruang media sosial dan siber yang didalamnya ada orang-orang yang berinteraksi satu sama lain
• Hasil :
Hasil penelitian membahas evolusi dan hakikat kecerdasan buatan (AI), menyoroti tiga tahap utama perkembangannya. Tahap pertama dimulai dari pengenalan AI pada Konferensi Dartmouth pada 1956 hingga pertengahan 1970-an, yang ditandai dengan kemampuan komputer dalam menyelesaikan masalah terstruktur melalui perhitungan matematis dan logis. Tahap kedua, dari tahun 1980-an hingga awal 1990-an, melibatkan penggunaan informasi kompleks dan pengetahuan dalam komputer, dengan perkembangan sistem AI khusus seperti MYCIN dalam bidang medis. Tahap ketiga, mulai pertengahan 2000-an hingga saat ini, menandai era AI dalam Industri 4.0, di mana big data dan kemampuan pembelajaran mesin yang mendalam telah menciptakan AI yang mampu memahami, mengidentifikasi, dan memprediksi objek.
Diskusi juga menyoroti kontribusi AI dalam pendidikan, di mana AI meningkatkan efisiensi dan relevansi pembelajaran dengan memungkinkan personalisasi, fleksibilitas, dan inklusivitas yang lebih besar. Contoh termasuk Intelligent Tutoring yang dapat memprediksi kemajuan siswa dan kursus online yang dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajar.
Pembahasan mengarah pada manfaat AI dalam merumuskan pengetahuan baru dan tindakan yang bermanfaat secara luas bagi masyarakat. AI digambarkan sebagai kemampuan komputer untuk melakukan tugas tertentu dengan menggunakan metode statistik-analitik dan teori komputasi, data sosial, psikologis, dan perilaku.
• Kesimpulan:
Era postmodern membentuk setiap manusia memiliki kebenaran sendiri, corak ini telah merambah seluruh manusia, salah satunnya pendidik. Pendidikan telah mengubah pola pikir manusia dengan adanya perkembangan zaman, dengan percaya pada kebenaran yang dimiliki dan kemampuan digital membuat manusia lupa pada dirinya bahwa mereka sedang pada titik kejatuhan. ChatGPT yang digaungkan seharusnya menjadi pendorong setiap pendidik untuk berkreativitas secara bebas untuk menciptakan Pendidikan inovatif dan kolaboratif sehingga Pendidikan yang didesain tidak membuat peserta didik monoton namun cerdas secara teknologi, Pendidikan tidak tertinggal.
15."Literasi digital dalam pengembangan media pembelajaran guru SMKN 1 Gowa berbasis AI" oleh Suryani, Hasriani, Nurlindasari Tamsir , Husain t , Herlinda, Thabrani, Abdul Rauf, Muh. Syahlan Natsir, Nirwana, Marsa, Asrul Syam
uryani1, Hasriani2, Nurlindasari Tamsir3, Husain T4, Herlinda5, Thabrani6, Abdul Rauf7, Muh. Syahlan Natsir8, Nirwana9, Marsa10, Asrul Syam
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Mempelajari penggunaan teknologi, seperti PowerPoint, Adobe Animate, dan aplikasi berbasis AI, dalam pengembangan media pembelajaran oleh guru di SMK Negeri 1 Gowa.
2. Mengidentifikasi dampak dan manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti big data dan otomatisasi, dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah.
3. Menyelidiki kebutuhan dan preferensi guru terhadap berbagai jenis media pembelajaran interaktif berbasis teknologi.
4. Mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi berbasis AI, seperti ChatGPT dan Pictory AI, serta platform penyimpanan file digital, seperti Google Drive, dalam pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan responsif.
• Metode:
Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Negeri 1 Gowa dimulai dengan analisis kebutuhan, di mana tim pengabdian melakukan wawancara dengan Kepala UPT dan Pengawas Bina SMK untuk mengidentifikasi permasalahan guru serta menentukan prioritas materi pelatihan. Selain itu, mereka juga melakukan pretest untuk mengevaluasi kemampuan awal peserta.
Setelah itu, tim pengabdian memberikan solusi melalui presentasi, pelatihan, dan pendampingan. Presentasi materi disampaikan menggunakan power point, diikuti dengan demo aplikasi, dan dilanjutkan dengan pelatihan langsung yang didampingi oleh tim pengabdian.
Untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan, tim pengabdian melakukan posttest kepada guru. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan dan untuk menilai hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
• Hasil :
Kegiatan pengabdian di SMK Negeri 1 Gowa berhasil dilaksanakan dengan baik, dihadiri oleh 26 guru yang menunjukkan semangat dan antusias tinggi. Artikel tersebut membahas dua materi utama: pengenalan dan pemanfaatan Google Drive serta pengenalan dan pemanfaatan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Pictory AI.
Pada bagian pengenalan Google Drive, peserta diberikan pemahaman tentang kelebihan media penyimpanan awan dibandingkan dengan media penyimpanan eksternal tradisional seperti hard disk atau flashdisk. Google Drive dipandang sebagai solusi yang lebih murah, aman, dan fleksibel, serta memberikan kemudahan akses data dari mana saja selama terhubung dengan internet. Setelah presentasi materi, dilakukan pelatihan langsung tentang penggunaan Google Drive, yang disertai dengan dialog dua arah antara peserta dan pemateri.
Selanjutnya, pada bagian pengenalan aplikasi AI, peserta diperkenalkan dengan aplikasi Pictory AI dan ChatGPT untuk pembuatan video pembelajaran. Mereka diajarkan cara membuat video pembelajaran dengan menggunakan teks melalui Pictory AI, serta cara mendapatkan referensi materi dari ChatGPT. Proses pembuatan video dilakukan secara interaktif dengan memilih template, aspect ratio, dan mengatur visual serta audio sesuai kebutuhan.
Setelah memberikan edukasi dan pelatihan, dilakukan post test untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Keseluruhan kegiatan diakhiri dengan sukses, menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mengimplementasikan penggunaan teknologi seperti Google Drive dan aplikasi AI dalam konteks pembelajaran. Ini menggambarkan potensi besar teknologi canggih untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pendidikan.
• Kesimpulan:
Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam bentuk edukasi, pelatihan dan pendampingan "Literasi Digital dalam Pengembangan Media Pembelajaran Guru SMK Negeri 1 Gowa Berbasis AI" dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian tersebut memberi kontribusi positif dalam peningkatan pengetahuan sebesar 93,84615 % tentang google drive sebagai media penyimpanan digital dan pengembangan media pembelajaran melalui penguasaan penggunaan aplikasi AI dalam membuat video pembelajaran yang lebih menarik, cerdas dan responsif. Dengan demikian secara kreatif dan inovatif Guru dapat membuat video pembelajaran dengan cepat, mudah dan lebih menarik minat siswa. Selain itu Guru dapat menjadikan Google Drive sebagai media penyimpanan data secara gratis, aman, fleksibel dan bisa diakses kapan saja, di mana saja dan oleh siapapun yang diberi hak akses.
16."Penilaian Pendidikan IPA secara Realtime dan Terintegrasi dengan Artificial Intelligence: Perspektif Filsafat " oleh Sudirman, Muhammad Sarjan, Joni Rokhmat dan Hamidi
• Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan penilaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masa depan secara real time dan terintegrasi menggunakan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan telaah literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana AI dapat digunakan dalam proses penilaian pembelajaran IPA untuk memberikan umpan balik yang lebih efektif dan akurat kepada siswa serta membantu guru dalam menemukan dan mengadopsi bentuk penilaian baru yang lebih efektif dalam mempromosikan pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah telaah literatur ilmiah dari berbagai sumber, termasuk artikel yang dipublikasikan di jurnal internasional dan nasional yang telah terindex Scopus maupun terakreditasi SINTA, serta proceeding dan buku yang berkaitan dengan topik atau materi artikel. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang potensi penggunaan AI dalam penilaian pembelajaran IPA dan memperkaya pemahaman tentang perkembangan masa depan dalam bidang ini.
• Metode:
Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan telaah literatur ilmiah yang dikaji dari berbagai sumber terutama dari artikel yang dipublikasikan paada jurnal internasional maupun jurnal nasional baik yang yang sudah terindex scopus maupun jurnal yang sudah terakreditasi SINTA, selain ini juga tulisan ini juga berasal dari proceeding dan buku yang berkaitan dengan topik atau materi artikel, data yang berasal dari berbagai sumber direview, ditelaah, dikritisi dan diolah menjadi suatau kajian untuk penulisan artikel ilmiah.
• Hasil :
Penelitian ini mengulas tujuan penilaian dalam pendidikan IPA, membaginya menjadi tiga kategori besar: sumatif, formatif, dan jaminan kualitas. Penilaian formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik yang membantu siswa memahami hubungan antara pengetahuan saat ini dengan yang diinginkan, sementara penilaian sumatif menyatakan tingkat pembelajaran siswa. Penilaian juga digunakan untuk memberikan akuntabilitas publik terhadap sistem pendidikan dan untuk mengklarifikasi tujuan pembelajaran dalam situasi tertentu.
Pendekatan sistem diperlukan dalam mengembangkan penilaian IPA, yang mencakup penilaian untuk mendukung pengajaran di kelas, menilai kompetensi siswa, dan implikasi untuk praktek dan kebijakan. Penilaian ini harus mempertimbangkan variasi penilaian, tugas multikomponen, dan koneksi antar konsep ilmiah untuk memfasilitasi pembelajaran yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam IPA.
Penilaian adalah elemen kunci dalam perubahan dan peningkatan pendidikan IPA, membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, memberikan umpan balik yang berkelanjutan, dan menjaga motivasi siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, peran penilaian dalam memandu pembelajaran IPA yang efektif sangat penting dan tidak bisa diabaikan.
• Kesimpulan:
“Data harus berbicara dengan sendirinya”, valid dan real time (tepat waktu) untuk menentukan penilaian peserta didik pada pendidikan IPA. Data penialaian tersebar di berbagai bidang namun saat ini belum ada pengelolaan data penilaian secara real-time dan terintegrasi. Di masa depan, berdasarkan pembahasan penggunaan aplikasi penilaian pendidikan IPA secara otomatis menggunakan Artifial Intelligence (Kecerdasan buatan) dapat diadaptasikan untuk penilaian data real-time dan terintegrasi pada pendidikan IPA.
17."Analisis Problematika Lukisan Ciptaan Artificial Intelligence Menurut Undang-Undang Hak Cipta " oleh Nadia Intan Rahmahafida , Whitney Brigitta Sinaga
• Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam bidang kreatif, khususnya dalam menciptakan karya seni digital, dan mengidentifikasi tantangan etika dan hukum yang terkait dengan penggunaan AI dalam konteks ini. Penelitian ini juga bertujuan untuk mempertimbangkan dampak penggunaan teknologi AI terhadap hak cipta dan orisinalitas karya seni, serta untuk menyelidiki bagaimana regulasi hak cipta yang ada, terutama Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia, dapat menanggapi perkembangan teknologi AI dalam menciptakan karya seni digital. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi etika dan hukum dari penggunaan teknologi AI dalam bidang kreatif serta untuk menyumbangkan wawasan terhadap perdebatan tentang hak cipta dan orisinalitas dalam konteks teknologi AI.
• Metode:
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder untuk memahami adanya hubungan antara ilmu hukum dengan hukum positif. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan. Pendekatan konseptual merujuk pada prinsip-prinsip yang ada dalam pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum. Sedangkan pendekatan perundang-undangan merujuk pada peraturan perundang-undangan berupa legislasi dan regulasi terkait serta asas-asas yang berlaku pada perundang-undangan tersebut. Pendekatan dilakukan dengan menganalisis bagaimana konsep AI dalam perspektif Hak Cipta kemudian dihubungkan dengan Undang-Undang yang berlaku saat ini yakni Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.
• Hasil :
Pembahasan mengenai konsep kecerdasan buatan (AI) dalam perspektif Undang-Undang Hak Cipta menyajikan pertimbangan hukum terkait definisi AI, status hukumnya, serta dampaknya dalam pembuatan karya seni digital. Meskipun UU ITE menjadi landasan hukum untuk teknologi informasi, definisi AI tidak secara eksplisit diatur di dalamnya. UU Hak Cipta tidak juga memberikan definisi yang jelas mengenai AI, tetapi karakteristik AI seperti pengumpulan dan analisis data secara elektronik membuatnya dapat dikategorikan sebagai sistem elektronik.
• Kesimpulan:
Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang tidak dapat dihindari, dalam hal ini pemanfaatan teknologi AI untuk menciptakan suatu karya seni. Pada dasarnya AI dapat bertindak dan berpikir selayaknya manusia dengan dilatih dan diberikan data-data untuk mengerjakan tugas suatu tujuan tertentu. Akan tetapi, dalam hal AI sebagai pencipta suatu ciptaan atau karya seni masih memunculkan berbagai masalah karena menyimpangi konsep yang terdapat dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Pencipta merupakan seorang atau beberapa orang yang melalui proses berpikir, inspirasi, imajinasi, dan kreatif untuk membuat ide menjadi suatu karya yang nyata atau konkret. Permasalahan yang ada dalam pemanfaatan AI yakni data yang digunakan dalam pengembangannya menggunakan ciptaan yang sudah ada, kecuali ciptaan tersebut telah habis masa perlindungan hak ciptanya maka ciptaan tersebut masih merupakan subjek perlindungan hak cipta. UUHC melindungi Pencipta atas hak eksklusif yang terdiri dari hak moral dan hak ekonomi. Hak moral melekat erat dan tidak terlepas dari pencipta suatu ciptaan, sehingga Pencipta dapat mempertahankan haknya apabila terjadi hal-hal yang merugikan reputasinya.
18."Pengembangan Media Ajar Berbasis Artifisial Intelligence Pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajran Matematika " oleh Raras Kartika Sari dan Donna Avianty
• Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media ajar berbasis Artificial Intelligence (AI) pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika. Dengan memanfaatkan teknologi AI, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah media ajar yang dapat meningkatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran daring. Media ajar yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa dalam belajar, meningkatkan motivasi mereka untuk mengikuti perkuliahan daring, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran secara keseluruhan.
• Metode:
Penelitian menggunakan pendekatan pengembangan dengan model ADDIE. Tahapannya meliputi analisis kebutuhan, desain media ajar, pengembangan produk, implementasi dan uji coba, serta evaluasi dan revisi berdasarkan masukan dari ahli serta hasil uji coba pada kelompok kecil dan besar. Metode ini digunakan untuk mengembangkan media ajar berbasis Artificial Intelligence untuk mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika.
• Hasil :
Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan media ajar berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mata kuliah evaluasi pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring di Universitas Teknokrat Indonesia. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan, di mana peneliti menemukan bahwa ada kebutuhan untuk memberikan media ajar tambahan agar mahasiswa dapat lebih memahami materi dan belajar secara mandiri. Tahap kedua adalah desain produk, di mana peneliti merancang media ajar menggunakan aplikasi AI seperti Chat GPT, Fliki, Toonme, dan D-ID. Tahap ketiga adalah pengembangan, di mana media ajar tersebut dibuat dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi AI yang telah disebutkan.
Media ajar yang dikembangkan menggabungkan deskripsi materi, audio, dan avatar AI untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang materi evaluasi pembelajaran matematika. Tahap selanjutnya adalah validasi oleh para ahli, termasuk ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk mendapat penilaian baik dari semua aspek yang dinilai oleh para ahli.
Setelah mendapatkan saran dari para ahli, peneliti melakukan revisi pada produk dan menguji coba kepada kelompok kecil dan besar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa produk dapat digunakan dengan baik di lapangan. Tahap terakhir adalah evaluasi, di mana produk dievaluasi kembali dan dilakukan revisi untuk meningkatkan kualitasnya.
Hasil penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa pengembangan media ajar berbasis AI dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa. Dengan adanya media pembelajaran berbasis AI, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
• Kesimpulan:
Berdasarkan hasil pengembangan media ajar berbasis AI untuk mata kuliah evaluasi pembelajaran matematika, dapat disimpulkan bahwa produk ini layak digunakan dan dimanfaatkan di lapangan. Pengembangan media ajar mengikuti model ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Para ahli memberikan penilaian baik terhadap media ajar ini, dengan rata-rata penilaian mencapai kategori Baik. Dari segi tampilan, penggunaan, dan penyajian materi, produk mendapat nilai baik hingga sangat baik. Ahli materi menilai kesesuaian materi dan keruntutan materi dengan baik. Sedangkan dari segi bahasa, produk juga mendapat penilaian baik, terutama dalam kesesuaian dan pengucapan bahasa.
Berdasarkan hasil validasi, uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar, serta revisi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media ajar berbasis AI untuk evaluasi pembelajaran matematika layak digunakan di lapangan.
19."Analisis Pertanggungjawabkan Hukum Pidana Terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence di Indonesia" oleh Muhammad Tan Abdul Rahman Haris, Tantimin
• Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perkembangan pengaturan artificial intelligence (AI) dalam sistem hukum di Indonesia serta untuk mengeksplorasi konsep pertanggungjawaban pidana terhadap pemanfaatan artificial intelligence dalam perspektif hukum pidana. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana AI dapat diatur dalam kerangka hukum yang berlaku di Indonesia dan bagaimana tanggung jawab pidana dapat diterapkan terhadap penggunaan AI dalam konteks hukum pidana.
• Metode:
Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang menggunakan jenis data sekunder dimana data tersebut diperoleh secara tidak langsung meliputi bahan hukum primer. Data yang diperoleh tersebut kemudian dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data studi dokumenter atau studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan data berdasarkan bahan hukum yang telah digunakan dalam penelitian ini, dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Sebagaimana tujuan dari penelitian adalah salah satunya sebagai prediksi (Tan, 2021). agar memberikan deskripsi atas temuan yang kemudian didapatkan dalam penelitian ini dan juga untuk menemukan kesimpulan yang benar serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
• Hasil :
Perkembangan Pengaturan Artificial Intelligence (AI) dalam Sistem Hukum di Indonesia:
- AI, atau kecerdasan buatan, adalah perangkat atau alat yang bertujuan membantu pekerjaan manusia dengan menirukan kerangka berfikir manusia.
- Pengaturan AI dalam hukum Indonesia belum jelas, namun UU ITE telah menggolongkan AI sebagai sistem elektronik dan agen elektronik.
- Dalam hukum positif Indonesia, AI bukanlah subjek hukum melainkan objek hukum yang dioperasikan oleh manusia.
- Terdapat perdebatan apakah AI bisa dianggap sebagai subjek hukum seperti badan hukum, namun mayoritas pendapat menegaskan bahwa AI hanya objek hukum.
Konsep Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pemanfaatan AI dalam Perspektif Hukum Pidana:
- Pertanggungjawaban pidana (Criminal Liability) melibatkan nilai moral dan keadilan di masyarakat, serta melihat aspek kesalahan.
- Dalam hukum Indonesia, pertanggungjawaban pidana didasarkan pada dualisme, membedakan antara perbuatan pidana dan pelaksanaan pertanggungjawaban pidana.
- AI tidak memiliki kemampuan untuk menjadi subjek hukum yang bertanggung jawab secara mandiri, karena tidak memiliki kesadaran dan kemauan seperti manusia.
- Jika AI melakukan tindakan melawan hukum, pertanggungjawaban pidana lebih cenderung kepada pembuat dan pengguna AI, yang bertanggung jawab atas perintah dan penggunaannya.
Dengan demikian, kedua artikel menyoroti pengaturan dan pertanggungjawaban terkait AI dalam konteks hukum di Indonesia. Meskipun AI memiliki kemampuan untuk meniru kecerdasan manusia dalam beberapa aspek, pertanggungjawaban pidana atas tindakan AI lebih cenderung kepada manusia yang membuat dan menggunakan AI tersebut.
• Kesimpulan:
Berkaitan dengan perkembangan pengaturan AI pada sistem hukum di Indonesia, dalam hal ini dengan hadinya UU ITE sebagai bentuk untuk menyikapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, oleh karena itu tentunya permasalahan hukum yang berkaitan dengan teknologi perlu untuk disesuaikan dengan pengaturan hukum yang berlaku. Di Indonesia belum ada pengaturan hukum secara khusus yang mengatur terkait dengan AI, hal itu yang menjadi sebab UU ITE memiliki perluasan untuk mengatur terkait dengan pengaturan hukum yang berkaitan dengan AI. Dalam UU ITE AI merupakan sistem elektronik dan agen elektronik dimana unsur yang terdapat pada pengaturan hukum sistem elektronik dan agen elektronik dalam hal ini memiliki kesesuaian dengan karakteristik dari AI dalam melakukan suatu tindakan dan perbuatan yang dilakukannya. Berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh AI maka yang memiliki kewenangan untuk bertanggung jawab berdasarkan UU ITE ialah penyelenggara sistem elektronik yang terdiri dari subjek hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban terhadap pemanfaatan AI.
Pertanggungjawaban terhadap pemanfaatan AI dalam perspektif hukum pidana dalam hal ini AI tidak dapat digolongkan menjadi subjek hukum, karena dalam konsep suatu pertanggungjawaban menurut beberapa ahli ialah memiliki kesadaran dan dapat menghendaki perbuatannya.
20."Pengaruh Artificial Intelligence, Big Data Dan Otomatisasi Terhadap Kinerja SDM Di Era Digital" oleh Arya Satya Pratama , Suci Maela Sari , Maila Faiza Hj , Moh Badwi dan Mochammad Isa Anshori
• Tujuan :
-Menganalisis cara karyawan beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi dalam lingkungan kerja.
-Menilai bagaimana penggunaan big data mempengaruhi pengambilan keputusan strategis terkait sumber daya manusia oleh manajemen perusahaan.
-Menyelidiki peran AI dalam mengidentifikasi dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan oleh tenaga kerja dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh teknologi baru.
-Mengidentifikasi manfaat utama otomatisasi dalam mengelola tugas-tugas rutin yang terkait dengan sumber daya manusia, dan bagaimana hal ini memengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi.
• Metode:
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau kajian literatur, yaitu serangkaian penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka atau subjek penelitian yang digali melalui berbagai sumber kepustakaan, seperti buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen (Sukmadinata, 2009). Penulis memutuskan untuk menggunakan metode penelitian penelitian lembaga pustaka karena metode tersebut sesuai dengan topik penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menemukan berbagai teori, hukum, dalil, prinsip, atau gagasan yang ditemukan dalam literatur berorientasi akademik. Literatur ini juga digunakan untuk menganalisis dan memecahkan pertanyaan penelitian yang dirumuskan.
• Hasil :
Pertama, dalam menghadapi perkembangan AI, Big Data, dan Otomatisasi, karyawan perlu mengikuti langkah-langkah penting seperti pendidikan dan pelatihan, terbuka terhadap perubahan, berkolaborasi dengan teknologi, mengembangkan keterampilan komplementer, meningkatkan kreativitas dan keterampilan soft skills, memahami etika dan privasi, menjalin hubungan dengan rekan kerja, mengikuti perkembangan teknologi, bersikap terbuka terhadap umpan balik, dan tidak takut bertanya.
Kedua, Big Data memiliki dampak signifikan pada pengambilan keputusan strategis terkait SDM, termasuk dalam analisis karyawan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan tenaga kerja, evaluasi kinerja, analisis gaji dan kompensasi, dukungan pengambilan keputusan, serta identifikasi masalah karyawan.
Ketiga, AI dapat membantu dalam identifikasi dan pengembangan keterampilan yang diperlukan oleh tenaga kerja melalui analisis kebutuhan keterampilan, penilaian keterampilan, personalisasi pelatihan, pembelajaran berbasis AI, umpan balik real-time, analisis data pembelajaran, prediksi kebutuhan masa depan, dan sumber daya e-learning.
Terakhir, otomatisasi dalam mengelola tugas-tugas rutin terkait SDM memberikan manfaat seperti efisiensi operasional, pengurangan kesalahan manusia, waktu yang dibebaskan, peningkatan akurasi data, kepatuhan yang ditingkatkan, peningkatan pengalaman karyawan, analisis data yang lebih baik, dan penghematan biaya.
Secara keseluruhan, penggunaan teknologi seperti AI, Big Data, dan Otomatisasi memberikan potensi besar bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keunggulan kompetitif mereka, tetapi karyawan juga perlu siap untuk beradaptasi dan memanfaatkannya dengan baik.
• Kesimpulan:
Dalam artikel ini, terungkap bahwa teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Otomasi telah mengubah paradigma dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan. Integrasi AI telah meningkatkan efisiensi dalam rekrutmen, seleksi, dan pelatihan karyawan dengan kemampuannya dalam menganalisis profil kandidat dan memberikan rekomendasi berdasarkan data. Big Data menjadi aset berharga dalam membuat keputusan terkait SDM dengan memungkinkan analisis data yang mendalam untuk memahami tren karyawan, faktor-faktor yang memengaruhi kinerja, dan kebijakan yang lebih baik. Sementara itu, otomasi telah menghilangkan tugas-tugas rutin dalam administrasi SDM, meningkatkan efisiensi operasional dan memungkinkan fokus pada tugas-tugas strategis.
Meskipun demikian, penggunaan teknologi ini juga membawa tantangan seperti perubahan budaya perusahaan dan kebutuhan akan pengembangan keterampilan yang relevan. Namun, secara keseluruhan, pengaruh AI, Big Data, dan Otomasi pada kinerja SDM dianggap positif dan relevan dalam era digital. Perusahaan yang mampu mengadopsi dan mengelola teknologi ini dengan bijak diharapkan akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia mereka. Dengan demikian, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi kunci kesuksesan jangka panjang di dunia yang terus berubah ini.
4). Kesimpulan
Ringkasan Utama: Review literatur ini mengungkapkan perkembangan signifikan dalam teknologi AI, terutama dalam bidang deep learning dan aplikasi di sektor medis. Melalui analisis 20 jurnal yang relevan, terlihat bahwa penggunaan teknologi AI telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan inovasi di berbagai industri. Namun, seiring dengan kemajuan ini, juga terungkap beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti masalah etis dalam penggunaan data, keamanan dan privasi, serta kesenjangan aksesibilitas teknologi AI di berbagai komunitas.
Pernyataan Penutup: Perkembangan AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengatasi berbagai tantangan di dunia modern. Namun, kesuksesan implementasi teknologi ini sangat bergantung pada upaya bersama untuk memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan dengan pertimbangan etis dan dampak sosial yang positif. Oleh karena itu, penting bagi peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk terus berinovasi sambil mempertimbangkan implikasi etis dan sosial dari penggunaan teknologi AI. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat memastikan bahwa perkembangan AI memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat secara keseluruhan.
5). Referensi
Tautan Jurnal dari 1-20 :
1. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ijse/article/download/15631/6024
2, https://journal.amikveteran.ac.id/index.php/Khatulistiwa/article/download/1860/1467/6316
3. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/download/3198/2358/
4. https://jurnalunpri.ac.id/index.php/lo/article/download/113/82/230
5. https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/djtechno/article/download/3404/pdf
6. https://journal.unm.ac.id/index.php/Semnasdies62/article/download/794/497/2556
7. https://jurnal.anfa.co.id/index.php/seroja/article/download/548/535/1489
8. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/AoSSaGCJ/article/download/1837/1549
9. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/download/34734/19367/93111
10. https://ejournal.umbandung.ac.id/index.php/rasi/article/download/62/61/333
11. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/21623/15307/69141
12. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/download/13612/10713/42175
13. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/20719/14884/66333
14. https://sttbi.ac.id/journal/index.php/diegesis/article/download/294/156/
15. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/15888/12299/49902
16. https://www.jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/download/888/674/4646
17. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/download/9911/7556/30005
18. http://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/prismatika/article/download/3501/1919/
19. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jkh/article/download/44408/21094/110972
20. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jupiman/article/download/2739/2591/7379
Komentar
Posting Komentar